JARAN KENCAK, KESENIAN KHAS LUMAJANG

May 26, 2017

Migrasinya suku Madura ke wilayah Tapal Kuda dengan membawa budayannya yaitu budaya pendhalungan yaitu perpaduan budaya Madura dan Jawa. Jaran Kencak sebagai salah satu kesenian yang berkembang dari budaya pendhalungan tersebut di Kabupaten Lumajang selama 5 generasi hingga sekarang.

 

Menurut Ketua Komunitas diyakini seniman Jaran Kencak, orang yang pertama kali menciptakan kesenian ini bernama Klabisajeh, seorang pertapa suci yang tinggal di lereng Gunung Lemongan. Berkat kesaktiannya Klabisajeh membuat kuda liar tunduk jinak dan pandai menari sehingga jadilah Jharan Kencak;Jharan artinya Kuda, Kencak artinya Menari.

 

Tahun 1934 Jaran Kencak Seni pertunjukan yang diadakan pemerintah Belanda saai itu untuk menyambut Pejabat Belanda yang berkunjung ke Lumajang di daerah Dampar yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. (Dok.TROPEN MUSEUM, 1934).

 

Pada masa Kolonial seni pertunjukan Jaran Kencak ini mengalami pasang surut Karena ada larangan-larangan melakukan kegiatan kesenian pada masa kolonialisme Belanda sampai Jepang. Baru pada tahun 1949 mulai dikembangkan Seni Pertunjukan Jaran Kencak manten, seorang warga Desa Kalipepe menciptakan karya Seni Budaya Pendalungan berbentuk arak-arakan kuda, dihias dengan kain (Dikemuli) dan diiringi oleh musik kenong telok.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

KONSER PRAPATAN DIDI KEMPOT 2020

January 9, 2020

1/2
Please reload

Recent Posts

January 8, 2020

Please reload

Archive