SIPPON BONDOYUDO

Sippon adalah salah satu bangunan utama dari sebuah jaringan irigasi, ada lima buah Sippon yang ada di sepanjang Sungai Bondoyudo. Bangunan ini merupakan salah satu Cagar Budaya Kolonial, hasil budidaya masyarakat Belanda pada saat itu untuk kepentingan saluran irigasi tanaman tebu di sepanjang kawasan Pabrik Gula Jatiroto dan Semboro.


Menurut sejarah, peresmian pembangunan Sippon ini dilaksanakan pada tahun 1923 oleh para petinggi Kolonial Belanda. Panjang Sippon mencapai 30 Km, yang terbentang mulai dari Desa Banyuputih Lor, Banyuputih Kidul, Sukosari, Jatiroto dan Semboro.


Masing-masing Sippon memiliki empat lubang dengan diameter masing-masing 2,5 meter dan sampai dengan saat ini kondisinya masih sangat baik. Cara kerja Sippon seperti halnya dongkrak hidrolik, mempunyai perbedaan tekanan air di kedua rongganya. Salah satu rongga mempunyai lubang yang lebih kecil, sehingga daya dorong air yang masuk menuju rongga lubang keluar menuju rongga lainnya mendapat tekanan air dari rongga lubang yang pertama, sehingga sippon atau yang sering disebut sungai di bawah sungai ini tetap mengalirkan air walaupun melewati bawah sungai yang ada di atasnya.


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 

Kabupaten Lumajang

Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT)

Kedungjajang Lumajang Jawa Timur

Email  : pemasaranlumajang@gmail.com

Tlp.      : (0334) 882-058

               (0334) 891-418