SEDEKAH DESA MENJADI WISATA EDUKASI BUDAYA


Sedekah desa merupakan sebuah peninggalan tradisi masyarakat dari leluhur.Masyarakat berkeyakinan bahwa kegiatan sedekah desa memiliki maksud dan tujuan untuk mengucapkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas limpahan rahmat dan barokah yang kita nikmati selama kurun waktu satu tahun, dan mengharap limpahan rahmat dan barokah untuk satu tahun kedepan.Sedekah desa dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk keanekaragaman budaya, menurut Bintarto (1983;72) keanekaragaman budaya tersebut karena adanya bentuk penyesuaian terhadap lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya.

Desa Wonokerto Kecamatan Gucialit adalah salah satu desa yang masih meyakini dan melaksanakan tradisi sedekah desa, Desa Wonokerto terbagi menjadi empat dusun yakni, Dusun Wonoasih, Dusun Wonoayu, Dusun Wonorejo, dan Dusun Wonosari. Kegiatan sedekah desa di Wonokerto dilaksanakan untuk melestarikan adat budaya dari leluhur dan kegiatan masyarakat desa untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang sudah dilimpahkan secara bersama sama. Seperti yang telah banyak diketahui, sedekah desa adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat dan limpahan karunia yang telah diberikan oleh sang Pencipta.

Makna seperti ini juga berlaku untuk Desa Wonokerto, selain sebagai ungkapan rasa syukur sedekah desa dilaksanakan sebagai harapan agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.Menurut dukun dusun Wonoayu yakni Bapak Saryono, makna sedekah desa sebagai harapan agar dijauhkan dari segala marabahaya. Terdapat kepercayaan jika tidak dilaksanakan sedekah desa akan ada marahabaya yang menimpa, seperti penuturan Bapak Saryono, bahwa dulu ketika sedekah desa tidak dilaksanakan dapat membuat warga Desa Wonokerto menjadi gila, hewan ternak cepat mati, dan tumbuhan teserang hama.

Keyakinan masyarakat Desa Wonokerto seperti ini yang membuat eksistensi sedekah desa dibilang masih besar sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan menghindarkan dari segala marahabaya.Sedekah desa merupakan sebuah peninggalan tradisi masyarakat dari leluhur.

Masyarakat berkeyakinan bahwa kegiatan sedekah desa memiliki maksud dan tujuan untuk mengucapkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas limpahan rahmat dan barokah yang kita nikmati selama kurun waktu satu tahun, dan mengharap limpahan rahmat dan barokah untuk satu tahun kedepan.Sedekah desa dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk keanekaragaman budaya, menurut Bintarto (1983;72) keanekaragaman budaya tersebut karena adanya bentuk penyesuaian terhadap lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya. Desa Wonokerto Kecamatan Gucialit adalah salah satu desa yang masih meyakini dan melaksanakan tradisi sedekah desa, Desa Wonokerto terbagi menjadi empat dusun yakni, Dusun Wonoasih, Dusun Wonoayu, Dusun Wonorejo, dan Dusun Wonosari.

Kegiatan sedekah desa di Wonokerto dilaksanakan untuk melestarikan adat budaya dari leluhur dan kegiatan masyarakat desa untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang sudah dilimpahkan secara bersama sama. Seperti yang telah banyak diketahui, sedekah desa adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat dan limpahan karunia yang telah diberikan oleh sang Pencipta.

Makna seperti ini juga berlaku untuk Desa Wonokerto, selain sebagai ungkapan rasa syukur sedekah desa dilaksanakan sebagai harapan agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.Menurut dukun dusun Wonoayu yakni Bapak Saryono, makna sedekah desa sebagai harapan agar dijauhkan dari segala marabahaya. Terdapat kepercayaan jika tidak dilaksanakan sedekah desa akan ada marahabaya yang menimpa, seperti penuturan Bapak Saryono, bahwa dulu ketika sedekah desa tidak dilaksanakan dapat membuat warga Desa Wonokerto menjadi gila, hewan ternak cepat mati, dan tumbuhan teserang hama.

Keyakinan masyarakat Desa Wonokerto seperti ini yang membuat eksistensi sedekah desa dibilang masih besar sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan menghindarkan dari segala marahabaya.

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 

Kabupaten Lumajang

Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT)

Kedungjajang Lumajang Jawa Timur

Email  : pemasaranlumajang@gmail.com

Tlp.      : (0334) 882-058

               (0334) 891-418