SEDEKAH DESA TEGAL RANDU

SEDEKAH DESA TEGAL RANDU


SEDEKAH DESA TEGAL RANDU - RUWAT RANU KLAKAH

Hai Sobat Wisata, sudah pernah berkunjung ke ranu klakah kan? Masyarakat Tegal randu yang berada di sekitar Ranu Klakah mempunyai tradisi unik loh yang hingga saat ini masih dilaksanakan setiap tahunnya. Tradisi itu disebut larung sesaji. Ritual ini sudah ada sejak tahun 1700-an.

Asal mula tradisi larung sesaji ini berawal dari cerita bahwa konon dulunya di Ranu Klakah terdapat seekor ular besar peliharaan Dewi Rengganis. Warga menyebutnya dengan ular selanceng, ular ini dikenal berbahaya dan kerap mencelakai warga. pada suatu waktu datanglah Syeikh Maulana Ishak bersama teman karibnya Kyai Atmari dari Prajekan, untuk melakukan syiar Islam di tanah Jawa.

Kemudian Syeikh Maulana menanam pohon asoka di pinggir ranu dan memberi makan ular selanceng dengan kue tepung yang dibentuk mirip boneka, sejak saat itu ular selanceng tidak pernah lagi menampakkan diri ke warga.Tradisi inilah yang terus dilestarikan dan masih dipercaya oleh masyarakat.

Pelaksanaan selametan desa dan ruwat ranu diawali dengan hotmil qur‟an dan doa bersama yang diadakan di Balai Desa. Acara selanjutnya adalah istighosah, sholawat nabi, doa bersama. Trakhir adalah larung sesaji yang dilaksanakan di Ranu Klakah. Larung sesaji adalah puncak dari rangkaian acara Sedekah Desa Tegal Randu.

Di daerah sobat lumajang tourism, masih ada tradisi apa saja nih?


#Lumajangtourism

#LumajangEksotik

#LumajangJawaTimur

#RuwatRanuKlakah

#RanuKlakah

#SejarahRanuKlakah

#wisatalumajang





Featured Posts